Once upon a time.. seseorang bertanya pada Sayyidina Ali,, “Hai Ali, jika akan diberikan kepadamu harta atau ilmu, manakah yang hendak kau pilih?” Ali memilih ilmu, karena:
1. Dengan ilmu, kita bisa mencari harta. Tetapi dengan harta, ilmu belum tentu bisa diraih
2. Jika diberikan kepada orang lain, harta akan berkurang (meskipun jika tulus, insyaAllah Allah akan menggantinya). Lain halnya dengan ilmu, semakin banyak diberikan pada orang lain, ilmu kita semakin bertambah dan semakin kuat pemahaman kita terhadapnya.
3. Semakin banyak hartamu, semakin sulit kau menjaganya. Semakin banyak ilmu yang kau punya, ilmu itulah yang akan menjagamu.
Suatu ketika aku bertanya pada seseorang:
“apa menurutmu salah kalau aku tidak bercita-cita sebagai wanita karir?”
jawabannya membuatku sedikit terpana.. “selamat!” katanya sembari mengulurkan tangannya untuk menyalamiku.
Aku heran karena dia tidak menyalahkanku, seperti yang lainnya..yang berkomentar..
“lalu untuk apa kamu sekolah tinggi-tinggi?” “cari pengalaman kerja selagi kamu bisa”
“kan enak kerja dapet duit” “masa mo nebeng ortu terus urusan uang?”
(-anak perempuan adalah masih tanggung jawab orangtuanya hingga dia menikah-)
jawabnya..
Tidak ada kewajiban bagimu untuk bekerja. Kamu perempuan, dan tidak ada tanggungan sama sekali yang mewajibkanmu bekerja. Kembali pada hakekat wanita diciptakan…ia seharusnya bekerja di rumah, mengurus suami dan anak-anaknya. Memasak, mengurus rumah, jangan lupa jaga penampilan..(menyebutkan hadis yang terdengar seperti..”jadilah istri yang jika suamimu memandangmu, ia merasa senang”). Lagipula.. wanita berpendidikan tentu berbeda dengan yang tidak, dari cara berpikir,,mengambil keputusan,,mendidik anak… jadi salah kalau ada yang berpendapat bahwa jadi wanita itu cukup dapur-sumur-kasur.
Setahu saya, seorang wanita diwajibkan bekerja ketika dirasakan penghasilan suami kurang mencukupi kebutuhan rumah tangga, dan tentu saja jika suami mengijinkannya. Kemuadian jika dia memiliki tanggungan (anak-anaknya misalnya), yang mana jika ia tidak bekerja ia tidak bisa melangsungkan hidupnya (ciahh dalemmmm..).
Sementara mencari ilmu..adalah kewajiban bagi setiap muslim disepanjang hidupnya.. bahkan carilah ilmu sampai ke negri cina. memang tidak harus dengan bersekolah.. tapi kalau ada kesempatan, mengapa tidak?
~Seorang muslim yang keluar rumah untuk mencari ilmu, dan dia meninggal saat itu, dia syahid~
Soal kerja… mmm sebaiknya kerja model Siti Khadijah-istri nabi aja kali yah.. pengusaha sukses, tapi tetap menjadi istri yang berbakti pada suami….amin Allahumma amiinnn..
Jadikanlah ilmu yang kudapat menjadikanku semakin rendah hati, semakin rindu kepadaMu..dengarkanlah doaku ya Allah…