Bidadari surga
hatiku lega…tiada alasan bagiku tuk mendekati cinta semu itu lagi…terimakasih Tuhan. jika ini memang jalan yang Kau ridhoi.. aku percaya ini akan membawaku ke tempat yang lebih indah
i love you Allah.
Sakitkah hati ini? iya.. Eh tidak. Iya sedikit. Yg ada malah sakit perut. Suer, begitu dikasih tahu perutku serasa melilit. tapi ini hanya sakit yang fana..kuyakin Allah kan menggantinya
sudahilah cinta-cinta semu di dunia ini..bidadari-bidadari surga sudah mengintip dibalik awan, menunggu suami-suami mereka. Aku harus mampu bersaing dengan mereka… bidadari tak punya cinta semu, dia hanya mencintai Tuhan dan utusanNya kemudian pada suaminya.
“Siluet senja tlah terukir
Setapak di depan siluet takdir yang hadir
Bilakah diri kan merasa fakir
Di depan Ilah yang Maha Kabir
Tuhanku…
Ijinkan aku tuk mengetuk pintu-Mu
Demi memahami arti lara dan lapa kehidupan
Sebagai bekal tuk mendewasakan
Diri dan hati dalam naungan iman”
~Hafidz341 & Ria~

