July 19, 2009

Whenever you feel sad, my friend

Filed under: Bicara pada Tuhanku - may @ 5:07 pm

These would help :
1. Wudhu, make yourself clean and pure
2. Sholat, tell god whatever problem troubling you
3. Read this..
“Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammadin kamaa shollaita ‘alaa ibrahim wa ‘alaa aali ibrahim, wa baarik ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad kamaa barokta ‘alaa ibrahim wa ‘alaa aali ibrahim fil ‘aalamiina innaka khamiidun majiid”

Diantara hal-hal yang mampu menciptakan kelapangan di dalam dada dan menghilangkan keresahan dan kesuntukan adalah mengucapkan sholawat kepada Rasulullah.

Seorang penyair mengatakan,
“Saat mencintaimu, kami lupa semua yang berharga,
Kau bagi kami adalah yang paling berharga.
Kami dicela karena mencintaimu,
Dan cukuplah kemuliaan saat kami dicela karena mencintaimu.”
~La Tahzan~

As if i could feel angels beside me wraping their wings over me. I feel safe and comfort. More, around the place where i’m down on my knees, they all pray along with me. “God..help me, protect me, raise me up” Allahuakbar,i’m not alone. “Hasbunallah wa ni’mal wakil”

You can’t think nor imagine it logicaly, you can only feel it with your heart.

Islam = rahmatalil’alamin

Filed under: Bicara pada Tuhanku - may @ 9:38 am

Pernyataan dan pertanyaan= islam disebarkan dg pedang, ajarannya menyuruh pengikutnya untuk berperang

Kisah sebagai jawaban= dahulu kala kaum quraish selalu memojokkan, menghina, membunuh umat islam. Namun nabi Muhammad s.a.w tetap bertahan untuk tidak membalas, sampai turun perintah Allah untuk melawan-mempertahankan diri. Tata cara perangpun diatur, sebisa mungkin tidak merusak tanaman, prasarana umum, tidak membunuh wanita,anak kecil dan orang tua. tidak membelenggu tawanan dan memperlakukannya dg baik.

Berperang, marah, benci, termasuk membunuh hanya karena Allah. Alkisah Suatu ketika ditengah peperangan, Sayyidina Ali bin Abi tholib hampir saja menghunuskan pedangnya pada seorang kafir. Namun musuh Ali tiba-tiba meludahinya dengan maksud mengejek. Ali pun mengurungkan niatnya untuk membunuh orang tersebut, karena ia takut jika membunuh orang karena emosinya, bukan karena Allah.

Tidak ada paksaan untuk memeluk islam, dan islam juga bertoleransi pada penganut kepercayaan lain. Namun, bukan berarti melaksanakan ibadah bersama. Hal ini jelas pada QS. Al-kafirun 1-6. Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Demikianlah islam mengajarkan kedamaian. Agama yang diturunkan sebagai rahmat bagi seluruh alam. -ya Allah perbaikilah bahasa dakwahku-

Filed under: Sastra - may @ 6:42 am

To give without expecting anything in return
To forgive, not to forget
To let go with bless
To welcome with warm smile

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King