Lebih baik menjilbabi hati dulu sebelum menjilbabi kepala
Pernah dengar istilah “lebih baik menjilbabi hati dulu dari pada menjilbabi kepala”? Itu istilah dari hadist mana ya? Menurut pengetahuan saya yang minim ini, tidak ada hadist yang seperti itu.. Atau memang saya yg belum tahu? Kalau begitu tolong dikasih tau.
Lagi2 menurut saya, tidak ada hubungan antara apa yang kita pakai dg hati kita. Kerudung atau kain penutup kepala hingga dada, dan jilbab atau kain terusan panjang+tidak ketat yg menutup seluruh tubuh dari leher sampai kaki, keduanya memang adalah aturan pakaian yang diwajibkan untuk wanita muslim dalam al-qur’an. Sudah sangat jelas sekali hukumnya.
Sedangkan hati, hati bisa berubah2 sebagaimana juga iman. Kadang bisa sangat taat seolah tak ada hari esok tuk beribadah, kadang malas dan acuh. Itulah manusia.
Kapan sih manusia merasa paling baik sedunia? Itulah saat kesombongan bicara. Kan bukan malaikat yg selalu stabil imannya. Kita sebagai manusia selalu ada kurangnya. Jadi kalau menunggu sampai keimanan sempurna, sampai kapan?
Mungkin memang pengaruh lingkungan yang begitu majemuk, aneka agama,budaya, kebiasaan, gaya hidup mempengaruhi kesiapan kita berhijab. Takut panas lah, jadi nggak bebas, nggak ngikutin mode, nggak gaya. Saya juga masih belajar..masih suka pake celana, masih banyak baju yg nggak longgar, pake kerudung asal2an. Wajar memang, semuanya butuh proses. Tapi tetep harus berupaya mengikuti aturan di alquran dong.
Hidayah itu dicari, ukhti. Bukan ditunggu. Maafkan saya yang sok tahu ini, saya juga masih belajar..mari saling mengingatkan.
*sighs* susahnya jadi yang lebih awal dari terbitnya matahari (sebab dari seseorang mendapat hidayah). Tapi teuteup..baca dan sebarkan kalam ilahi..semangat!

