Kucingku
*** bagi org yg ga suka kucing kumohon jangan baca ini
Akhirnya rangkaian huruf arab yg kubaca mencapai satu ‘Ain. Baru akan kulanjutkan satu paragraf lagi tuk mencapai juz berikutnya ketika tiba2 kuingat sesuatu.. Sesuatu yg biasa menemaniku kala ku berada disini, di mushola ini. Yang kutahu huruf-huruf hijaiyah didepan mataku memudar..semakin kabur oleh butir-butir airmata yg memaksa keluar meleleh dipipiku. Ya Allah.. Satu ‘ain lagi.. Biarkan aku membaca kitabMu..satu ‘ain lagi.. Biar kututup juz ini malam ini.
Seorang temenku, tanpa sengaja nyeletuk “knapa c? Kucingmu mati ya?” demi Allah jangan pernah katakan hal seperti itu didepan ibuku! Ya Allah, i don’t wanna see her cry again. Kau tidak pernah tau bagaimana gembiranya ibuku ketika kami mendapatkannya. Kau tak pernah tau bagaimana ibuku merawatnya, apalagi ketika dia sakit. Kau tak pernah tau bagaimana gundahnya ibuku jika tak melihatnya sebelum beliau pergi meninggalkan rumah.
To me.. Dia biasa tidur dijendela atau dilantai kamarku. Terbangun dan mengikuti ketika ku berwudhu..dan tidur di ujung mushola,seolah menemaniku beribadah malam hari. Tidak, aku tidak mengusirnya..sebagaimana Abu hurairah, sahabat nabi kita Muhammad membiarkan seorang kucing yg tertidur diatas sajadahnya. Demi Allah, bagi kami kucing itu sudah seperti keluarga sendiri.
Ya Allah kumohon kembalikan dia padaku, terutama untuk ibuku..untuk keluarga kami. I’m terribly sorry mom..

