Tanpa berbisik pun Kau dengar.
Aku seorang yang munafik. Tetapi mereka juga tidak jujur padaku. Entah karena raga ini yang terlalu rapuh, atau hanya ambisi tak tentu arah yang membelenggu otakku. Semuanya menjadi tidak seimbang. 90 per 70 mungkin tidak terlalu parah, namun cukup membuat tengkukku berdenyut dan memudarkan warna wajahku. Lunglai itu menyerangku di siang hari. Tetapi itu juga yang membuatku terjaga kala dini hari. Demamku meradang dan semuanya gelap. Kupaksakan terjaga karena inilah saat-saat aku berdua denganMu. Tanpa berbisik pun Kau dengar.. Kau pasti dengar apa yang kupinta. Karena Engkaulah aku bertahan. Karena Kau lebih dekat dari urat nadiku.

