Saudari perempuanku..
Ya ukhti, saudari perempuanku..
Aku kagum pada jilbab lebarmu dan khimar panjang yang berkibar di belakang punggungmu.
Seperti yang Allah firmankan,
kau lindungi seluruh permukaan kulit dan rambutmu dari panas matahari yang membahayakan kesehatan,
kau bantu saudari lelakimu dari pandangan mereka pada elok lekuk tubuhmu,
kau menjauhkan dirimu dari wewangian dan gerak-gerik yang bisa mengundang perhatian kaum adam.
Tindak-tandukmu santun, tak membiarkan sembarang orang menyentuhmu,
Karena kau begitu berharga.
Kau hanya abdikan dirimu untuk suamimu.
Kau menjaga setiap tutur katamu,
benar,jujur,dapat dipercaya, seperlunya-tidak berpanjang lebar, mengindari ghibah dan mencela
Kau alihkan dan tundukkan pandanganmu untuk melindungi hati dan pikiranmu
Kau hidupkan dzikir di hatimu setiap saat
Cahaya wudhu selalu menghiasi wajahmu
Kau ucapkan doa atas keselamatanku, ketika kita bertemu,
Sambil menjabat tanganku dan mencium kedua pipiku
Tak pernah lupa mengajakku menghadiri majlis
Tahukah engkau? Kehadiranmu selalu menguatkan kembali azzamku
Bahwa aku tidak sendiri,
bahwa aku masih bisa untuk menjadi lebih baik lagi
Namun ukhti..
I feel sorry that
Tidak setiap dari kita mendapat kebebasan menjalankan perintah Allah pada kita, perempuan.
Masih banyak dari kita yang harus berjuang hanya untuk menutupi kepala mereka dengan kain.
Aku masih lebih beruntung dari mereka,
Seharusnya aku tak mengeluh lagi
Doaku untukmu yang di sana ukhti..
Ketahuilah kami di sini selalu mendukungmu.
Assalamu’alaikum, ukhti!
May Allah bless you..

